- November 7, 2022
- Official BahasaBisnis.id
- 0 Comments
- Akuntansi, Keuangan, Marketing, UMKM
Punya Bisnis? Simak Beberapa Kesalahan yang Sering Dilakukan UMKM di Indonesia!
UMKM merupakan pondasi ekonomi yang dimiliki oleh indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.
Di sisi lain, dengan banyaknya UMKM yang ada di indonesia tentunya banyak sekali tantangan-tantangan maupun kesalahan yang tanpa disadari sering dilakukan oleh para pelaku UMKM di Indonesia. Nah, Sobat Bahasa Bisnis, untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, mari simak apa saja kesalahan yang sering dilakukan UMKM di Indonesia.
Tidak Memiliki Izin Usaha
Banyak UMKM di Indonesia menyepelekan surat izin usaha. Sedangkan, hal itu dapat memberikan efek yang berkepanjangan bagi bisnis yang Sobat Bahasa Bisnis jalankan. Salah satunya mempersulit ketika akan mengajukan permodalan usaha. Selain itu izin usaha merupakan bukti yang sah bagi pemerintah dalam menjalankan bisnis.
Kurangnya Inovasi
UMKM di Indonesia masih banyak yang belum terbuka terhadap ide-ide baru yang dapat menumbuhkan usaha mereka. Kebanyakan para pelaku UMKM justru membuat bisnis bukan karena memiliki inovasi atau terobosan baru untuk membedakan, tetapi hanya ikut-ikutan pada trend yang sedang ramai di lakukan. Pada akhirnya usaha yang dilakukan tidak bertahan lama karena produk yang ditawarkan tidak kuat bersaing dengan produk-produk yang ada di pasaran dengan inovasi baru.
Tidak Memanfaatkan Teknologi
Perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa banyak manfaat yang begitu besar terlebih bagi para pelaku UMKM. Kurangnya pengetahuan mengenai teknologi menjadi hambatan yang besar bagi para pelaku UMKM. UMKM tidak memanfaatkan teknologi dimana teknologi menjadi sarana untuk mempermudah pemasaran maupun proses produktivitas. Karena kurangnya pemanfaatan teknologi tersebut, cakupan pasar UMKM tersebut tidak begitu luas.
Buruknya Pengelolaan Keuangan
Keuangan merupakan hal yang paling penting untuk memastikan bisnis dapat bertahan lama. Para pelaku UMKM terkadang kurang baik dalam pengelolaan keuangan bisnis mereka. Mereka tidak memperhitungkan modal awal, pengeluaran, maupun biaya-biaya pemeliharaan lainnya karena orientasi para pelaku UMKM adalah dengan meraih pendapatan sebanyak-banyaknya. Padahal, pendapatan tersebut belum mencapai titik impas, tetapi pelaku UMKM sudah menganggap pendapatan yang banyak tersebut sebagai laba tanpa memperhitungkan modal dan biaya-biaya lainnya.
Rendahnya Kesadaran Membayar Pajak
Pajak merupakan suatu kewajiban yang harus dibayarkan oleh wajib pajak di Indonesia salah satunya adalah UMKM. Rendahnya kesadaran membayar pajak di kalangan UMKM merupakan suatu masalah yang sering terjadi di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan efek yang berkepanjangan bagi UMKM. Tidak jarang, UMKM kehabisan modal dan akhirnya menutup usaha mereka karena harus membayar sanksi pajak yang telat dibayarkan.
Salam Bahasa Bisnis,
Firman






Leave a Comment