Bahasabisnis 101 – OPM (Operating Profit Margin)
Omzet meledak tapi kok uang di kas rasanya tidak kumpul? Atau jualan sangat laris, tapi saat akhir bulan harus membayar gaji karyawan, sewa tempat, dan biaya iklan, sisanya malah pas-pasan? Di sinilah pentingnya memahami OPM (Operating Profit Margin).
Pada edisi #Bahasabisnis101 kali ini, kita akan membedah apa itu OPM, bagaimana cara menghitungnya, dan mengapa rasio ini menjadi indikator utama untuk melihat apakah operasional bisnis Anda benar-benar efisien. Karena bisnis yang sehat bukan hanya soal omzet besar, tapi soal seberapa tangguh bisnis tersebut menyisakan keuntungan setelah “bertempur” dengan biaya harian.
Apa Itu OPM?
OPM atau Operating Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan operasional yang dihasilkan dari total penjualan.
Rumus OPM:
OPM = (Operating Profit ÷ Revenue) × 100%
Keterangan:
Operating Profit (Laba Operasional) adalah laba setelah dikurangi biaya operasional (namun sebelum bunga dan pajak). Revenue (Pendapatan/Penjualan) adalah total penjualan dalam periode tertentu.
Contoh Kasus
Bisnis kopi milik Pak Andi memiliki data keuangan dalam satu bulan sebagai berikut:
- Total Penjualan (Revenue): Rp 100.000.000
- Harga Pokok Penjualan (COGS): Rp 60.000.000
- Biaya Operasional (Gaji, sewa, listrik, marketing): Rp 25.000.000
Hitunglah tingkat efisiensi operasional bisnis Pak Andi!
Langkah 1: Hitung Operating Profit
Operating Profit = Revenue – COGS – Biaya Operasional
Operating Profit = Rp 100.000.000 – Rp 60.000.000 – Rp 25.000.000 = Rp 15.000.000
Langkah 2: Hitung OPM
OPM = Rp 15.000.000}{Rp 100.000.000} = 0,15 atau 15%
Artinya:
Bisnis Pak Andi memiliki margin operasional sebesar 15%. Dengan kata lain, dari setiap Rp 100 penjualan, bisnis Pak Andi menghasilkan Rp 15 keuntungan dari aktivitas operasionalnya.
OPM bukan hanya soal angka, tapi gambaran seberapa efisien bisnis kamu berjalan sehari-hari. Karena bisnis yang baik bukan hanya soal omzet besar, tapi juga kemampuan mengubah penjualan menjadi keuntungan yang optimal.
Salam Bahasa Bisnis,
Az Zahra Safira






Leave a Comment