Dampak Pandemi di Dunia Bisnis
Ternyata perkembangan 10 tahun terjadi dalam jangka waktu hanya 2 bulan saja gara-gara pandemi. Bagaimana kita sebaiknya menyikapinya?

Ada dua hal yang terjadi dalam dunia bisnis ketika dihantam pandemi corona.
Yang pertama, dampak pandemi yang paling signifikan adalah sebagai akselerator. Jadi walaupun dengan adanya pandemi banyak perubahan dan muncul tren baru, namun dampak utama dari pandemi adalah percepatan dari apa yang sudah terjadi di dalam masyarakat.
Yang kedua, di dalam setiap krisis, pasti muncul peluang baru. Bahkan semakin besar krisis, ada kemungkinan peluang yang muncul pun lebih besar.
Hal di atas dikemukakan oleh Scott Galloway dalam bukunya Post Corona – From Crisis to Opportunity.
Kita analisa perspektif tersebut dan coba melihat dalam konteks perkembangan UMKM di Indonesia.
Dalam bukunya disebutkan bahwa e-commerce mulai berkembang dari tahun 2000an, dan market share pembelian online naik sekitar 1% setiap tahun. Pada awal 2021, pembelian ritel yang terjadi dalam digital channel adalah 16%, dan hanya dua bulan setelah pandemi masuk Amerika serikat, jumlahnya naik ke 27%.
Artinya perkembangan e-commerce yang harusnya diproyeksikan terjadi dalam satu dekade terjadi dalam hanya dua bulan saja.
Namun ada yang menarik, percepatan tersebut berlaku untuk semuanya, baik untuk sesuatu yang negatif maupun yang positif.

Jadi misalnya suatu perusahaan sudah mempunyai modal sosial berupa trust dari masyarakat untuk transaksi secara online, tentunya pertumbuhannya menjadi sangat cepat ketika pandemi.
Begitu juga sebaliknya, ketika suatu perusahaan memiliki sistem pengelolaan cash yang buruk, pandemi ini membuat semua kerusakannya menjadi lebih cepat.
Fenomena ini tentunya harus dilihat secara case by case, namun ada satu hal yang menarik perhatian. Hal-hal fundamental yang dampaknya hanya akan terlihat dalam jangka panjang memang sangat krusial dalam pengembangan bisnis kita.
Mungkin dampaknya tidak terlalu terlihat dalam jangka pendek sehingga terkadang tidak menjadi prioritas bagi pemegang keputusan, namun apabila terjadi hal extraordinary seperti pandemi dampaknya sangat terasa dan terkadang ketika kita mengetahu hal tersebut, itu sudah terlambat untuk berubah.
Seperti dalam contoh diatas, memelihara trust jangka panjang dan pengelolaan keuangan yang professional dan efisien adalah contoh dua hal fundamental yang biasanya tidak terlalu terlihat dampaknya dalam jangka pendek sehingga mungkin banyak bisnis yang tidak terlalu memperhatikan. Kalaupun menjadi slogan dan seakan-akan prioritas, dalam realitanya memang lebih mudah memberi perhatian kepada hal yang dampaknya jangka pendek seperti menggenjot penjualan setinggi-tingginya dengan cara apapun.
Kita tahu banyak pihak terdampak secara negatif dalam dua tahun terakhir, dan kami mengucapkan selamat karena kita sudah melewatinya dengan segala keterbatasan yang ada.

Sekarang di chapter baru di tahun 2022 ini, kami hanya ingin sama-sama mengingatkan untuk tetap berusaha memprioritaskan dan fokus pada hal-hal fundamental yang penting bagi bisnis kita masing-masing.
Lalu yang terakhir, seperti yang dibahas sebelumnya, setelah krisis biasanya akan muncul peluang-peluang baru.
Walau tentunya tetap melihat kondisi secara realistis, semoga kita dapat melihat dan memaksimalkan peluang-peluang baru di 2022 ini.
Salam Kolaborasi,
Bahasa Bisnis






Leave a Comment