Mengapa Banyak Start-Up Gagal? Ternyata Ini Penyebabnya!
Kemajuan dunia digital sekarang ini mendorong munculnya berbagai bisnis rintisan atau biasa disebut dengan Start-up. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini di Indonesia terdapat 1.300 Start-up yang mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Start-up. Namun, hanya 10 persen yang sampai saat ini masih bertahan.
Menurut Kemenkominfo, startup di Indonesia mengalami kegagalan akibat faktor managerial, seperti kurangnya pengalaman dan visi jelas dari Founder (lack of experience and vision) dan kurangnya fokus dalam menjalankan bisnis (lack of focus). Menurut laporan dari CB insight dua alasan utama Start-up mengalami kegagalan adalah dikarenakan kehabisan dana (ran out of cash) dan tidak adanya kebutuhan pasar (no maret need).Faktor kegagalan menurut laporan CB Insight :

Sumber grafik: CNBC Indonesia
Dari grafik diatas yang bersumber dari CNBC Indonesia menurut laporan CB Insight pada tahun 2022, faktor penyebab kegagalan terbesar Start-up adalah karena tidak adanya kebutuhan pasar sebesar 42%, lalu penyebab kegagalan lainnya yaitu kehabisan dana sebesar 29%, dan yang terakhir dikarenakan komposisi tim yang tidak tepat sebesar 23%.
Itu dia beberapa penyebab kenapa banyak start-up yang gagal dan akhirnya menutup usahanya. Semoga artikel ini bisa membantu sobat Bahasa Bisnis untuk lebih waspada ketika hendak membangun bisnis seperti start-up ya!
Salam Bahasa Bisnis,
Valentina Caroline
Leave a Comment