- August 17, 2020
- Edhy Surbakty
- 0 Comments
- Akuntansi, Keuangan, Start-up, UMKM
Bagaimana Cara Memahami Laporan Keuangan Tanpa Menghapal
Kami di Bahasa Bisnis selalu berkata: AKUNTANSI DAN KEUANGAN ITU BERDASAR LOGIKA.
Jadi tidak usah hapal-menghapal seperti yang disangka oleh banyak pihak.
Nah artikel ini kami jadikan salah satu contoh kecil untuk membuktikannya. Sila disimak ya.
Kali ini kami akan membahas mengenai perbedaan dari laporan keuangan perusahaan berdasarkan jenis usahanya.
Oh jadi tiap usaha itu laporannya beda yah?
Hmm jawabannya iya dan tidak
Jawabannya Tidak. Karena ada aturan tertentu yang disepakati oleh para akuntan agar bisa membantu perusahaan mengetahui kondisi perusahannya dan membantu dalam pengambilan keputusan. Jadi memang ada bagian tertentu yang harus sama standarnya.
Jawabannya juga Iya. Karena tiap usaha itu unik dan perlu penyesuaiannya tersendiri. Misal walau sama-sama menjual makanan, penjual es krim tentu berbeda dengan laporan rumah makan. Jadi memang ada bagian tertentu yang harus berbeda menyesuaikan kondisi perusahaan.
Santai saja, kita nanti bahas pelan-pelan.
Biasanya di buku-buku apabila membahas mengenai ini langsung dikasih contoh laporan keuangan masing-masing jenis usaha. Bingung deh.
Di sini kita akan membahas dan melihat logikanya saja. Jadi lebih simple dan tidak usah dihapal.
Nah sekarang kita bahas yang sangat mendasar dahulu, yaitu perbedaan laporan yang harus kita buat berdasarkan jenis usahanya.

Kita bagi dahulu jenis usahanya yah:
- Perusahaan Jasa
- Perusahaan Dagang
- Perusahaan Manufaktur
Sebetulnya perlu diakui bahwa perusahaan saat ini bentuk usahanya sudah sangat beragam, tidak sesederhana tiga hal yang disebutkan tadi. Tentu perlu ada penyesuaian. Tetapi sebagai langkah pertama, kita akan membahas 3 jenis dasar tersebut lebih dahulu.
Perbedaan utamanya adalah dari cara perusahaan tersebut mendapatkan pendapatannya.
#Perusahaan jasa – seperti namanya tentu dari memberikan service terhadap pihak lain.
#Perusahaan dagang – perusahaan membeli barang dari pihak lain, lalu menjualnya.
#Perusahaan manufaktur – perusahaan memproduksi barang sendiri, lalu menjual barang ke pihak lain.
Jadi intinya akuntansi itu BERDASARKAN LOGIKA. Tidak usah hapal-hapalan.
Dari 3 cara berbeda tersebut kita tahu bahwa perbedaannya tentunya:
Perusahaan jasa
- tidak punya laporan persediaan dalam laporan keuangan (karena tidak menjual barang), lalu
- tidak juga memiliki catatan jumlah Harga Pokok Penjualan (atau sederhananya, harga modal dari barang yang kita jual) karena lagi-lagi tidak melakukan penjualan barang.
Perusahaan dagang
- Memiliki catatan persediaan dalam laporan keuangan (karena menjual barang tentunya)
- Memiliki Harga Pokok Penjualan (karena menjual sesuatu, maka untuk diketahui laba dari penjualan tersebut perlu mengurangkan angka penjualan dengan angka modal dari barang tersebut/Harga Pokok Penjualan)
Perusahaan manufaktur.
- Memiliki catatan persediaan dalam laporan keuangan (karena menjual barang juga tentunya)
- Memiliki Harga Pokok Penjualan (karena menjual sesuatu, maka untuk diketahui laba dari penjualan tersebut perlu mengurangkan angka penjualan dengan angka modal dari barang tersebut/Harga Pokok Penjualan)
- Memiliki Harga Pokok Produksi (karena membuat sendiri barangnya, tentu harus dihitung dahulu biaya pembuatan barang tersebut agar datanya bisa digunakan sebagai penentu harga)
Ribet? Hahaha. Jauh lebih simple kok kalau dibandingkan bahasa njilemet yang dibaca mahasiswa di buku akuntasi.
Nah semua ini kan pake logika aja kan yah, ga usah dihapal. Makanya kedepannya kami akan perlihatkan pembahasan yang lebih mendalam mengenai berbagai topic yang suka membingungkan bahkan di kalangan professional.
Sekian pembahasan dari kami kali ini.
Mudah-mudahan mendapatkan inti utama dari pembahasannya yah.
Jika ada yang kurang jelas bisa berkomentar di kolom komentar, jika bermanfaat bisa di share ke teman yang lain.
Salam Bahasa Bisnis






Leave a Comment