#Bahasabisnis 101 – ROA
Punya banyak aset tapi keuntungan belum maksimal? Atau bisnis sudah memiliki mesin, peralatan, kendaraan operasional, bahkan kantor sendiri namun laba tetap tipis? Terlihat lengkap secara fisik, tetapi hasilnya belum sebanding. Di sinilah pentingnya memahami ROA (Return on Assets).
Pada edisi #Bahasabisnis101 kali ini, pembahasan akan fokus pada apa itu ROA, bagaimana cara menghitungnya, dan mengapa rasio ini sangat penting bagi pelaku UMKM maupun perusahaan skala besar. Karena dalam bisnis, bukan sekadar soal memiliki aset, tetapi soal seberapa efektif aset tersebut menghasilkan keuntungan
Apa Itu ROA?
ROA atau Return on Assets adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari seluruh aset yang dimiliki.
Secara sederhana, ROA menunjukkan seberapa efisien aset digunakan untuk mencetak keuntungan. Semakin tinggi nilai ROA, semakin efektif perusahaan memanfaatkan asetnya. Sebaliknya, ROA yang rendah bisa menjadi indikasi bahwa aset belum digunakan secara optimal.
Lalu bagaimana cara menghitung ROA?
ROA = (Laba Bersih ÷ Total Aset) × 100%
Keterangan:
- Laba Bersih adalah keuntungan setelah dikurangi seluruh biaya dan pajak.
- Total Aset mencakup seluruh harta yang dimiliki bisnis, seperti kas, persediaan, peralatan, kendaraan, bangunan, dan aset lainnya.
Contoh kasus:
Bisnis Bu Tika pada periode ini berhasil menghasilkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 30.000.000,- dengan total aset yang dimiliki sebesar Rp 300.000.000,-. Hitunglah efektivitas penggunaan aset pada bisnis Bu Tika!
Diketahui:
Total Assets = Rp 300.000.000,-
Net Income After Tax = Rp 30.000.000,-
Jawab:
ROA = Net Income After Tax / Total Assets
ROA = Rp 30.000.000 / Rp 300.000.000
ROA = 0,10 atau 10%
Artinya, bisnis Bu Rina mampu menghasilkan laba sebesar 10% dari total aset yang digunakan dalam operasional bisnis. Dengan kata lain, setiap Rp100 aset yang dimiliki mampu menghasilkan Rp10 laba bersih.
Kenapa ROA Penting Banget?
Banyak pelaku usaha merasa bangga ketika aset bertambah. Membeli mesin baru, membuka cabang baru, atau menambah kendaraan operasional sering kali dianggap sebagai tanda pertumbuhan bisnis. Langkah tersebut memang positif dan bisa menjadi bagian dari strategi ekspansi.
Namun pertanyaan pentingnya adalah: apakah penambahan aset tersebut benar-benar meningkatkan laba? Di sinilah ROA berperan sebagai alat evaluasi yang sangat penting.
ROA membantu bisnis untuk:
- Mengukur efisiensi penggunaan aset
- Mengevaluasi keputusan investasi
- Menilai apakah ekspansi benar-benar memberikan hasil
- Membandingkan performa dari tahun ke tahun
- Memberikan gambaran kinerja kepada investor atau lembaga pembiayaan
Bagi UMKM yang sedang berada dalam fase pertumbuhan, pengukuran ini menjadi krusial. Dalam praktiknya, penambahan aset sering dilakukan dengan cepat tanpa memastikan bahwa aset yang sudah ada telah dimanfaatkan secara optimal. ROA membantu memastikan bahwa setiap aset yang dimiliki benar-benar produktif dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan keuntungan.
ROA (Return on Assets) adalah indikator untuk menilai seberapa efektif aset digunakan dalam menghasilkan laba. Rasio ini membantu memastikan bahwa pertambahan aset benar-benar berdampak pada peningkatan keuntungan, bukan sekadar memperbesar beban. Dalam bisnis, bukan soal seberapa besar aset yang dimiliki, tetapi seberapa produktif aset tersebut bekerja menghasilkan nilai.
Salam Bahasa Bisnis
Az Zahra Safira






Leave a Comment