- April 11, 2021
- Edhy Surbakty
- 0 Comments
- Akuntansi, Keuangan, Start-up, UMKM
Intangible Asset: Tak Berwujud tapi Bernilai
Selain aset seperti tanah, gedung, mesin, peralatan, yang memiliki wujud, ternyata ada aset yang tidak memiliki wujud.
Walaupun aset ini tidak berwujud, tetapi memiliki nilai yang dapat dihitung dan dapat diamortisasi nilainya seiring waktu.
Aset tak berwujud ini juga memiliki rentan waktu yang cukup lama dalam bisnis kita. Umur ekonomis minimalnya adalah satu tahun.
Mungkin kita bingung apa saja aset tak berwujud tersebut, tapi kalau kita teliti lebih dalam lagi, sebenarnya banyak aset tak berwujud disekitar kita, bahkan mungkin saat ini bisnis kita memiliki salah satu dari intangible asset ini.
Apa saja jenis aset tak berwujud?

1. Paten
Paten adalah hak yang diberikan kepada perusahaan untuk melakukan produksi, dan menjual suatu penemuan dalam jangka waktu tertentu.
Bagaimana cara menentukan nilai dari paten?
Nilai dari paten ditentukan dari biaya yang dikeluarkan sampai mendapatkan paten tersebut. Umur dari paten sendiri terhitung lebih dari satu tahun, sehingga paten dapat digolongkan sebagai salah satu intangible asset.
2. Hak Cipta / Copyright
Hak cipta adalah hak yang diberikan pemerintah atas pemilik hak cipta untuk menghasilkan, memperbanyak, dan menjual karya seni atau publikasi.
Nilai dari copyright ditentukan oleh faktor yang sama dengan paten, yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan serta mempertahankan hak cipta.
3. Merk Dagang / Trade Mark
Simbol, kata, frasa yang menjadi identitas sebuah produk atau bisnis, itulah merk dagang. Merk dagang ini cukup penting dalam menjalankan sebuah bisnis, karena secara tidak langsung, juga dapat meningkatkan penjualan. Sehingga merk dagang menjadi sebuah aset juga dalam bisnis kita. Perlindungan atas merk dagang juga dapat diperoleh dengan mendaftarkan nama-nama produk pada instansi pemerintahan.
Nilai dari merk dagang juga ditentukan dari biaya yang dikeluarkan selama membuat merk dagang sampai biaya pendaftaran pada pemerintahan.
4. Goodwill
Goodwill dapat muncul karena pembelian aktiva yang harganya lebih tinggi dari harga pasaran. Selisih tersebut dapat dihitung sebagai goodwill. Pembelian aktiva yang dimaksud adalah pembelian bisnis lain.
5. Franchise
Suatu perjanjian secara kontrak antara pihak yang mengambil franchise dan pihak yang memberikan franchise. Franchise ini dapat berupa hak menjual produk, penyediaan jasa, atau penggunaan merk dagang tertentu. Misalnya franchise untuk membuka kedai ayam goreng.
Nilai dari franchise ditentukan dari biaya yang dikeluarkan untuk mengambil franchise tersebut.
Nah ternyata ada ya aset yang tidak berwujud tapi memiliki nilai yang penting bagi jalannya bisnis kita. Jangan lupa untuk memasukkan intangible asset tersebut dalam laporan neraca ya.
Salam Bahasa Bisnis.
[Ruben]






Leave a Comment