Laporan Keuangan Bisnis: Ini Contohnya
Hallo sobat bahasabisnis.id, kalau mendengar kata laporan keuangan, mungkin banyak dari kita langsung ngebayangin angka-angka ribet, tabel panjang, dan kerjaan yang bikin pusing. Padahal, kenyataannya laporan keuangan itu gak harus serumit itu, kok! Laporan keuangan adalah hal yang cukup krusial bagi para pebisnis, apalagi Anda yang baru saja memulai bisnis.
Keuangan bisnis adalah hal yang mesti Anda perhatikan agar bisnis lancar secara finansial. Oleh karena itu, penting membuat yang namanya laporan keuangan. Laporan keuangan nih semacam wadah bagi para pelaku usaha untuk menata dan mendata keuangan bisnis Anda. Secara sederhananya, membuat laporan keuangan cukup memperhatikan tiga hal penting. Komponen apa saja yang wajib ada dalam laporan keuangan?
- Pemasukan
Bisa dikenal dengan revenue, pemasukan adalah uang hasil penjualan.
- Pengeluaran
Selanjutnya komponen yang masuk di laporan keuangan yaitu pengeluaran atau semua biaya yang dikeluarkan untuk usaha, biasanya biaya ini termasuk biaya operasional, bahan baku, dan termasuk juga biaya sewa dan gaji karyawan.
- Laba/Rugi
Ini merupakan selisih yang kita dapatkan dari biaya pemasukan dikurangi biaya pengeluaran sehingga didapatkan hasil keuangan bisnis Anda. Di dalam sini, Anda dapat mengetahui berapa keuntungan atau profit yang didapatkan pada penjualan usaha. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui loss atau kerugian yang terjadi dalam bisnis.
Jadi, dalam laporan keuangan bisnis, Anda hanya perlu mencatat pemasukan, pengeluaran, dan selisih alias laba/ atau rugi. Simple itu gak pake ribet! Anda gak perlu pusing bikin jurnal atau neraca keuangan lengkap. Intinya, Anda hanya perlu tahu berapa uang yang masuk ke bisnis Anda, berapa yang keluar buat kebutuhan operasional, dan berapa sisanya.
Contohnya:
Misal Anda jualan minuman boba dan bulan ini berhasil mendapatkan pemasukan sebesar Rp 5 juta. Nah, dari pemasukan itu, Anda harus keluar biaya buat bahan baku, bayar karyawan, dan sewa tempat sebesar Rp 3 juta. Artinya, dalam bulan ini, Anda berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 2 juta.
Rumus:
Pemasukan – Pengeluaran = Selisih (Laba/ Rugi)
Rp5.000.000 – Rp3.000.000 = Rp 2.000.000
Liat? Gak Ribet sama sekali bukan?
Dengan membuat laporan keuangan, Anda dapat mengelola keuangan bisnis dengan lebih terstruktur. Ingat, meskipun bisnis Anda masih skala kecil, nilai dari laporan keuangannya besar banget buat masa depan usaha. Dari data yang kelihatan sederhana itu, Anda bisa susun strategi bisnis yang lebih mantap baik mau efisiensi di mana, mau nambah investasi kapan, atau mau scale-up ke level yang lebih tinggi.
Kalau Anda konsisten bikin laporan keuangan, Anda juga akan lebih siap kalau suatu hari butuh pinjaman modal, mau cari investor, atau mau kembangkan bisnis lebih luas lagi. Semua bakal lebih mudah kalau Anda punya rekam jejak keuangan yang rapi!
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share ke rekan-rekan pebisnis lainnya ya dan follow Instagram @bahasabisnis.id untuk informasi lebih lanjut seputar bisnis!
Salam bahasa bisnis,
Az Zahra Safira Devi






Leave a Comment