Pelatihan Berbasis Kolaborasi Ciptakan Atmosfir Pelatihan Bisnis yang Interaktif dan Partisipatif
Setelah berpengalaman dalam mengembangkan UMKM di berbagai daerah di Indonesia, pada analisa awal Bahasa Bisnis sering menemukan bahwa masih cukup banyak UMKM, yang belum memahami dengan baik mengapa mereka harus berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis mereka. Bahkan jika konsep kolaborasi telah digaungkan sekalipun, masih banyak UMKM yang belum dapat mengimplementasikan hal tersebut dengan baik ke dalam bisnis mereka.

Selain karena kurangnya kesempatan untuk benar-benar menerapkan konsep kolaborasi itu sendiri, hal ini juga kemungkinan disebabkan karena masih adanya pemikiran tradisional mengenai bisnis itu sendiri yang masih cukup kuat, di mana bisnis yang baik adalah bisnis yang berkompetisi dengan satu sama lain, bisnis yang paling berkembang itu lah pemenangnya.

Seperti yang kita tahu, saat ini, kolaborasi dalam berbisnis merupakan salah satu faktor untuk mengembangkan usaha, baik usaha yang sudah besar maupun yang masih merintis. Kolaborasi membuka peluang untuk para peluang usaha untuk dapat bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan yang mungkin akan sulit diraih jika dikerjakan sendiri. Dengan berkolaborasi dan menggabungkan keahlian dari jenis usaha yang berbeda, maka kesempatan untuk berinovasi dan bertumbuh pun akan lebih besar. Prinsip dasar kolaborasi ini lah yang kemudian menginsipirasi Bahasa Bisnis dalam mengusung konsep pelatihan dan inkubasi bisnis yang berbeda dengan pelatihan atau inkubasi lainnya.

Pelatihan atau inkubasi berbasis kolaborasi ini dikembangkan oleh Tim Bahasa Bisnis dengan tujuan awal untuk sedikit demi sedikit menggerakkan para UMKM peserta pelatihan untuk mulai berkolaborasi dalam kelompok kecil selama pelatihan, sehingga nantinya mereka akan menyadari dan memahami konsep berkolaborasi itu sendiri dengan lebih baik, dengan cara yang alami dan tanpa paksaan. Dengan membiasakan mereka mengikuti pelatihan dengan berbasis kolaborasi ini, diharapkan mereka akan mampu keluar dari pemikiran tradisional mengenai kompetisi bisnis dan mengubahnya menjadi kolaborasi yang akan lebih menguntungkan untuk bisnis mereka.

Adapun pelatihan berbasis kolaborasi ini merupakan sebuah proses pembelajaran yang bersifat student-centered, di mana pembelajaran berfokus kepada peserta, bukan trainer atau fasilitator. Apabila di luar sana masih banyak ditemui pelatihan atau inkubasi bisnis yang masih bersifat teacher-centered dengan fokus utama pada presentasi dan ceramah dari trainer atau fasilitator itu sendiri, pembelajaran dengan basis student-centered lebih berfokus pada partisipasi aktif peserta dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang mengikutsertakan partisipasi peserta. Dengan pembelajaran ini, diharapkan peserta akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkesan dan ilmu yang mereka dapatkan pun akan lebih dapat diaplikasikan secara nyata.

Dalam implementasi pelatihan berbasis kolaborasi ini, tim Bahasa Bisnis menggunakan beberapa metode pengajaran yang telah didesain sesuai dengan kebutuhan peserta di masing-masing daerah. Adapun beberapa metode yang digunakan adalah Discovery Learning, Think – Pair – Share, Problem-based Learning, dan Role Play, yang mana semua metode tersebut dapat digabungkan antara satu sama lain sesuai dengan kebutuhan materi pelatihan. Dalam implementasinya, peserta pelatihan akan selalu digerakkan untuk berkolaborasi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menganalisa sebuah konsep, berdiskusi dan bertukar pendapat, beradu peran, sampai memresentasikan hasil kerjasama kelompok mereka.

Melalui metode-metode pengajaran ini, para peserta mengaku menjadi lebih bersemangat dalam menjalani pelatihan dan menerima ilmu baru. Selain itu, hubungan antar peserta sesama pelaku UMKM pun menjadi semakin erat karena setiap pelatihan mereka selalu berpartisipasi secara kolaboratif dengan peserta lain. Hasilnya, bahkan banyak peserta yang merasa pelatihan merupakan kegiatan ‘healing’ untuk mereka, sehingga mereka pun sangat menantikan setiap sesi pelatihan dan menjadi lebih bersemangat dalam mengembangkan bisnis mereka dengan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan selama pelatihan.
Salam,
Bahasa Bisnis
Content Writer: Astika Nurwidyawati
Editor: Shafira Destiana






Leave a Comment