Apa itu Strong Culture dalam Budaya Organisasi?
Lingkungan organisasi dapat menentukan kenyamanan dan tingkat produktivitas seseorang. Kenapa begitu? Karena dengan suasana yang nyaman akan memudahkan mendapat ide-ide baru sehingga meningkatkan performance organisasi.
Organisasi merupakan tempat berkumpulnya orang yang memiliki tujuan yang sama. Organisasi dapat di gambarkan sebagai sebuah proses perubahan input (faktor-faktor produksi: Man, Capital dan Labour), process (human capital atau skilled dan unskilled human resources) menjadi output (performance yang menghasilkan daya saing dan mengubah nilai ekonomi).
Setiap organisasi memiliki budaya masing-masing yang dapat membentuk ciri khas tersendiri sehingga dapat dikatakan sebagai budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan bentuk implementasi Visi dan Misi organisasi. Seperti yang ditulis di judul “Apa itu Strong Culture dalam Budaya Organisasi?”
Budaya organisasi dapat dikatakan strong (kuat) dan weak (lemah). Kuat dan lemah organisasi akan berdampak signifikan untuk internal organisasi. Strong culture atau budaya yang kuat merupakan idaman seluruh organisasi. Menciptakan strong culture salah satunya akan meningkatkan loyalitas dan komitmen organisasi secara dua arah, lalu menumbuhkan value (nilai) dan dapat membangun beliefs (keyakinan) organisasi.
Nilai-nilai yang diaplikasikan pada strong culture berasal dari Visi dan Misi organisasi. Organisasi yang memiliki strong culture sudah jelas memahami tentang nilai-nilai mereka dan bagaimana nilai tersebut mendefinisikan organisasi mereka hingga menentukan bagaimana organisasi itu berjalan.
Sedangkan untuk weak culture dalam organisasi dapat memberikan dampak buruk bagi organisasi dan seluruh jajarannya. Dampak yang didapatkan kurangnya partisipasi anggota terhadap organisasi, turn over tinggi, hubungan antara rekan kerja yang buruk sehingga profitabilitas organisasi pasti akan menurun.
Zappos
Salah satu contoh perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang unik yaitu Zappos. Zappos merupakan perusahaan retail yang menjual sepatu dan produk lainnya di internet. Pelayanan Zappos mendapatkan apresiasi yang besar dari para pelanggannya. CEO Zappos yaitu Tony Hsieh memiliki Visi yang unik yaitu dengan menetapkan budaya organisasi sebagai jantung perusahaan, karena ia yakin bila menciptakan budaya yang baik dari internal perusahaan maka sistem pelayanan dan kemajuan perusahaan akan berjalan dengan sendirinya. Salah satu budaya organisasi Zappos yang terkenal yaitu “WOW Service”.
“WOW!” merupakan kata awal yang dilontarkan oleh pelanggan saat berbelanja di Zappos karena Zappos dapat memberikan pelayanan di atas rata-rata sehingga pelanggan memiliki rasa puas, percaya hingga loyal. Pelayanan yang diberikan oleh Zappos kepada pelanggan meliputi unlimited call times, call center 24/7, no phone three, friendly solution solver, 365-day return policy, hingga free shipping and returns. Selain WOW dari pelayanan untuk pelanggan, WOW Service pun diaplikasikan pada kayawan. Banyak tujuan perusahaan yang hanya berfokus pada profit tanpa melihat dari sisi sumber daya karyawan. Zappos mendorong penjualan dan profit dengan kreatifitas karyawan yang dimilikinya. Sehingga, banyak sekali ide-ide brilian yang selalu menginspirasi perusahaan. Maka dari itu, ciri khas sumber daya manusia di Zappos memiliki kreatifitas yang tinggi.
Setelah membaca tulisan ini tentang strong culture, kita bisa menilai bahwa sumber daya manusia di internal organisasi dapat berdampak besar bagi kemajuan organisasi. Apakah organisasimu sudah termasuk strong culture? Bila sudah, pertahankan ya!
Salam Bahasa Bisnis,
Shafira Destiana







Leave a Comment