Entrepreneur vs Intrapreneur
“Apa itu entrepreneur? Apa itu intrapreneur? Bukannya sama saja? Sama-sama memiliki jiwa berbisnis?”
Banyak sekali orang yang terkecoh antara entrepreneur dan intrapreneur. Maka dari itu, mari kita kupas perbedaannya!
Entrepreneur
Entrepreneur diambil dari bahasa Prancis “Entreprenerd” yang berarti petualang atau pengurus. Entrepreneur merupakan seorang individu yang merancang, meluncurkan dan menjalankan bisnis atau perusahaan mereka sendiri. Tingkat resiko dan tanggung jawab seorang entrepreneur terhadap kemajuan perusahannya sangat besar. Seorang entrepreneur berfokuskan pada output berupa profit dan kemajuannya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat mensejahterakan masyarakat.
Prosesnya dimulai dari perencanaan bisnis yang berisi tentang bagaimana perusahaan tersebut dibentuk dan mencapai goals perusahaan. Didalam proses itu, seorang entrepreneur perlu memberikan banyak perhatian terkait sumber daya manusia mulai dari fisik (fasilitas maupun teknologi) hingga sumber daya manusia.
Colonel Harland Sanders – Kentucky Fried Chicken

Siapa yang tidak mengenali salah satu franchise fast food terkenal asal Amerika Serikat yaitu KFC (Kentucky Fried Chicken)?
Perjalanan hidup Sanders sangat menginspirasi banyak orang. Dimulai dari usia enam tahun ayahnya meninggal dunia sehingga ia harus putus sekolah pada kelas tujuh dan bekerja sebagai buruh tani. Singkat cerita, di usia 40 tahun ia mulai menjual masakan ayam di sebuah bengkel dan membeli sebuah motel yang hangus terbakar untuk dibangun kembali. Setelah Perang Dunia II, ia mewaralabakan restorannya. Resepnya ditolak 1.009 kali. Sanders memberikan nama resep rahasianya yaitu “Kentucky Friend Chicken”. Setelah mengalami kegagalan bertahun-tahun, Sanders akhirnya berhasil dan KFC berkembang secara internasional. Hingga sekarang, brandnya identik dengan wajah, jenggot, jas putih dan west string tie yang melambangkan KFC. Sanders meninggal pada usia 90 tahun karena pneumonia. KFC sudah memiliki lebih dari 25.000 outlet di 145 negara.
Intrapreneur
Intrapreneur merupakan sebutan untuk individu yang dapat mengembangkan ide dan inovasi produk baru di tempat ia bekerja. Seorang Intrapreneur dapat menerapkan keterampilan kewirausahaannya ke dalam peran yang mereka miliki di perusahaan. Ia akan menjadi aset yang sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Berbeda dengan entrepeneur, tingkat resiko dan tanggung jawab yang dimiliki jauh lebih aman daripada seorang entrepeneur. Dapat dikatakan sebagai aset, karena seorang intrapreneur dapat meningkatkan daya saing yang kompetitif.
Walaupun berbeda dari bentuk eksekusinya, ada lima karakteristik dan keterampilan yang diperlukan oleh seorang entrepeneur dan intrapreneur:
- Leadership
- Communication
- Critical thinking
- Problem solving
- Teamwork
Ken Kutaragi – The Sony PlayStation
Kutaragi merupakan salah satu karyawan Sony yang relatif junior. Ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game di Nintendo milik putrinya. Ia selalu memikirkan bagaimana barang ini dapat berinovasi untuk membuatnya lebih kuat dan friendly-user. Lalu ia memutuskan untuk mengembangkan idenya dalam bentuk inovasi yaitu salah satu merek yang paling dikenal di dunia saat ini, The Sony PlayStation.
Dengan inovasinya, Kutaragi dihargai karena kesuksesan PlayStation. Kutaragi awalnya sering dianggap aneh oleh rekan kerjanya karena ia membuang waktunya dengan bermain game. Namun ternyata dengan inovasinya, Kutaragi dihargai karena meluncurkan PlayStation dan kesuksesan yang digarap perusahaannya.
Dapat disimpulkan bahwa entrepreneur dan intrapreneur memiliki kelebihan masing-masing. Seseorang yang dapat dikatakan memiliki jiwa entrepeneur yang tinggi yaitu jika memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi dan memiliki kekuatan dalam memimpin tim dan perusahaan. Sedangkan untuk intrapreneur yang sukses tidak pernah terlibat dalam tindakan inovasi yang independen. Pekerjaan mereka selalu terhubung dengan strategi dan panduan inovasi perusahaan mereka.
Setelah membaca perbedaan antara entrepreneur dan intrapreneur, jiwamu ada di mana nih?
Salam Bahasa Bisnis,
Shafira Destiana







Leave a Comment