Mengenal “Delayed Gratification”
Halo sobat Bahasa Bisnis, mungkin beberapa diantara teman-teman ada yang sudah mengenal delayed gratification. Buat teman-teman yang belum tau, boleh baca tulisan ini ya!
“Gratification itu kepuasan dan delayed itu tertunda. Apakah betul delayed gratification adalah kepuasan yang tertunda?”
Delayed gratification adalah kemampuan seseorang untuk menahan diri mendapatkan imbalan atau kepuasan yang seharusnya didapatkan sekarang (instan), agar bisa mendapatkan sesuatu yang lebih besar nantinya.
Definisi ini dapat ditinjau dari salah satu teori Walter Mischel yang menjelaskan mengenai delayed gratification.
Walter Mischel, seorang professor dari Stanford University melakukan serangkaian penelitian pada tahun 1960-an, mengenai pemenuhan kepuasan. Dalam kegiatan penelitian ini, Mischel mengajak ratusan anak-anak berumur sekitar 4-5 tahun ke dalam sebuah ruangan. Dalam ruangan tersebut, Mischel menaruh satu buah marshmallow di atas meja dan membuat kesepakatan dengan anak tersebut.
Kesepakatannya adalah apabila anak tersebut tidak memakan marshmallow itu selama ia pergi, maka Mischel akan memberikan satu buah marshmallow lagi sebagai hadiah.
Hasilnya, hanya sebagian kecil anak yang mampu menahan diri untuk tidak makan marshmallow tersebut.
Namun, penelitian berlanjut hingga anak-anak tersebut memasuki fase remaja. Anak-anak yang mampu menahan diri untuk tidak makan marshmallow memiliki nilai yang lebih tinggi.
Ternyata, anak-anak yang mampu menahan diri untuk tidak makan marshmallow lebih sukses daripada anak-anak yang memakan marshmallow.

Hubungan teori Mischel pada fenomena saat ini sangat berkaitan. Kebanyakan orang memilih untuk mencapai sesuatu secara instan atau praktis tanpa memperdulikan jalur yang akan ditempuh, baik itu jalan yang benar atau salah.
Berdasarkan beberapa penelitian, seseorang yang dapat menerapkan delayed gratification dalam kehidupannya sehari-hari, dapat mengelola emosi dengan baik, memiliki daya konsentrasi yang tinggi, dan dapat bekerja dibawah tekanan.
Beberapa delayed gratification dalam tujuan mengelola keuangan:

- Memiliki Dana Darurat
Dana darurat dapat memastikan tabungan yang telah disiapkan selama ini tetap aman. Karena ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tidak perlu menarik uang dari tabungan.
- Menghindari Hutang
Menggunakan uang secara bijak. Menghindari jeratan hutang pribadi, kartu kredit, maupun paylater. Dapat membuat prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Jika tidak dapat membeli barang tersebut, dapat menabung terlebih dahulu.
- Menabung Untuk Tujuan Jangka Panjang
Tidak hanya menyisihkan uang saja namun perlunya mengetahui tujuan menabung kedepannya. Sebagai contoh, menabung untuk ibadah naik haji atau untuk pendidikan anak. Saat kebiasaan menabung telah berhasil terbentuk, akan lebih mudah menetapkan tujuan.
Maka dari itu, delayed gratification merupakan menunda kepuasan diri kita ya Sobat Bahasa Bisnis! Setelah mengetahui dampak delayed gratification pada keuangan, pada akhirnya sobat Bahasa Bisnis bisa mengetahui bahwa menunda kepuasaan instan adalah langkah yang tepat untuk dilakukan.
Salam Bahasa Bisnis,
Shafira Destiana







Leave a Comment